Tampilkan postingan dengan label arkadas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arkadas. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Juni 2012
Sabtu, 05 Mei 2012
Aku Rindu
"Ah, sudah lama aku tak melihatmu. Ayo kemari!
Aku rindu pada hembusan nafasmu ketika melihat tugas2 itu.
Dan kau akan memaksaku melepaskan guling yang sudah kupeluk dari
sore.
Jujur, aku tak suka pada caramu memisahkanku dengan nyamannya malam-malamku.
Tapi aku melihat guling tuaku terlalu tua untuk selalu kupeluk.
Ayo kesini! Ajak aku bermain ke duniamu lagi.
Dimana aku melihat pena-pena dan kertas berdansa berirama.
Ayo ajak aku, aku sudah siap.
Tak tahukah kau aku rindu?"
Kamis, 03 Mei 2012
Apabila emas sudah mulai berkarat, apalagi besi?
*Marriage
Burreau for Rich People
Banyak yang bertanya, kenapa sebagian orang begitu
ingin berlelah-lelah menggunakan waktunya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak
begitu memberikan manfaat nyata untuk dirinya pribadi. Entahlah, istilah SO
atau Study Orriented sudah semakin
merebak saja belakangan ini. Tidak,
saya tak ingin menyatakan mahasiswa-mahasiswa SO ini buruk. Sama sekali tidak. Saya
hanya berpikir, jika sejak dari bangku perkuliahan saja generasi muda sudah
dibiasakan melakukan sesuatu yang hanya untuk keuntungan pribadinya, apakabar
kelak saat tampuk-tampuk kepemimpinan sudah berada pada generasi kita? Dan
apabila generasi muda terdidiknya saja sudah begini, apalagi mereka yang tidak
mengenyam pendidikan?
Mungkin
terlalu muluk jika saya bermimpi mengubah cara pandang seluruh pemuda
Indonesia. Yah, apalah saya dibandingkan kemewahan duniawi ataupun kesenangan
fana ini? Mengajarkan kesenangan itu gampang, tapi melatih diri menghadapi
kesusahan adalah tantangan terberat dalam hidup para pemuda. Tapi dibalik itu
semua saya yakin, bahwa di ujung negeri sana, di pelosok kampung yang jauh dari
hiruk pikuk kemacetan metropolitan, masih terdapat emas-emas murni yang siap
disepuh. Mereka hanya perlu disadarkan bahwa mereka adalah emas, bukan besi.
Indonesia
Student Leader Camp, bukanlah satu-satunya jalan untuk memperlihatkan pada
wajah dunia bahwa disini, nusantara, masih terdapat emas-emas yang tak akan
berkarat layaknya besi. Namun dalam pandangan saya, ISLC, adalah salah satu
jalan bagi kami para mahasiwa tingkat awal yang baru mengenyam pendidikan
kampus dan belum menjadi sesuatu yang berarti untuk mengabdi kepada bangsa ini.
Malu, jika untaian kata-kata pengabdian dari lirik lagu Bagimu Negeri hanya
tinggal menjadi sebatas syair penyemangat saja. Yang selalu dinyanyikan dengan
sepenuh hati, kemudian tinggal menjadi sebuah penutup essay.
Indonesia
belum akan berubah jika penggerak bangsa ini kelak, masih dininabobokan dengan
lagu-lagu kejayaan bangsa yang lalu. Sudah bukan saatnya lagi hidup dalam dunia
utopia yang entah berada dimana. Kita hidup dalam satu ikatan bakti untuk ranah
pertiwi ini. Jika emas-emas itu masih tertimbun jauh di dalam lumpur, bagaimana
mungkin ia mampu bersaing di pasaran. Jika bukan kita, entah siapa yang akan
peduli dengan nasib bangsa ini ke depannya. Karena, apabila emas sudah mulai
berkarat, apalagi besi?
Selasa, 01 Mei 2012
Andai Penulis Kehilangan Pena
Andai Penulis Kehilangan Pena
Manusia selalu
ingin lebih, dan beralasan dengan kelebihannya itu ia bisa membuat banyak hal
dalam sejarah. Namun, pada kenyataannya ia hanya akan terlena pada materi yang
ia peroleh dan melupakan hal-hal hebat yang selalu ia koar-koarkan.
Aku
masih ingat ketika dulu nun jauh di depan danau maninjau, mimpi itu datang
untuk pertama kalinya berkenalan denganku. Aku ingin menjadi seorang penulis!
Bagiku, yang terukir di atas kertas adalah saksi sejarah yang tak terbantahkan.
Kartini menjadi pahlawan hebat di mata manusia bukan hanya karena ia memiliki
keinginan untuk berubah. Namun, karena ia menulis. Hal yang tak dilakukan oleh
Rohana Kudus dan Banyak pahlawan wanita lain.
Saat itu segalanya seperti tidak mungkin
dilakukan. Sangat banyak hambatan yang bisa kujadikan alasan untuk tidak
menggapai mimpi itu. Jadwal yang padat dari yayasan, pembinaan yang intensif, tugas
proyeksi yang selalu menghantui dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang
selalu melahap habis akhir pekanku. Namun pada saat itu, hambatan itu bukannya
melemahkan tekadku tetapi malah semakin memacuku untuk semakin gencar menggapai
mimpi tersebut. Aku tidak peduli pada kenyataan yayasan tidak memperbolehkanku
membawa laptop ke asrama. Aku juga tidak terganggu pada keterbatasanku
menggunakan komputer laboratorium. Sejauh yang aku tahu, aku masih punya kertas
dan pensil untuk mencapai mimpi itu. Dan akhirnya, begitu banyak ide-ide yang
aku coretkan dalam berlembar-lembar ketas HVS. Menjadi investasiku di masa depan. Saat-saat liburan sekolah adalah saat-saat
yang kutunggu. Saat dimana aku bia bebas dari rutinitas militer yang harus
jalani. Saat dimana aku bisa ke warnet untuk mengetik cerpen-cerpen yang telah
berdebu dalam lembaran-lembaran HVS murahan. Pada awalnya, aku merasa sangat
dekat dengan mimpiku ketika menekan tuts-tuts keyboard warnet yang sudah lapuk
dimakan usia. Namun, ketika aku lelah mengetik hayalan-hayalan itu ke komputer
aku mulai bermimpi memiliki laptop pribadi. Dan dalam mimpi itu, aku melihat
diriku menghasilkan banyak kisah-kisah kehidupan.
Minggu
kedua bulan Juli 2010, mimpi itu mendatangiku dalam kehidupan nyata. Aku telah
mempunyai laptop pribadi! Laptop milikku sendiri. Seharusnya saat itu aku mulai
mengarang lagi. Entah tentang kebobrokan zaman ataupun tentang negeri utopia
yang aku inginkan. Namun, saat aku melihat ke dalamnya, aku mulai bermimpi
lagi. Andai laptop ini mampu mendekatkan aku pada hal-hal yang selama ini jauh,
tentu tulisanku akan lebih berwarna. Andai aku bisa mengakses berita dari
belahan dunia sana dengan cepat bukankah
aku juga akan mendapatkan inspirasi tulisan yang lebih banyak? Andaikan aku
dengan mudahnya mencari informasi lomba menulis bukankah peluang itu semakin
besar? Dan andai-andai yang lain. Simpelnya, aku menginginkan koneksi internet
agar aku terhubung pada dunia yang nun jauh di sana.
Tak lama, impian
itu terwujud. Siang malam aku mengakses internet dari balik jendala kamarku.
Mudah, tinggal kunyalakan laptopku dan wusss berita-berita terkini mengalir ke
laptopku. Namun teman, sekarang aku terpaku
menatap folder karya di laptopku. Aku malu untuk mengakui bahwa mimpi
itu semakin menjauh. Karyaku kering, yang ada di sini hanyalah paper, artikel
dan essay tugas kuliah. Dan taukah dirimu kawan? Sekarang aku bermimpi untuk
punya waktu lebih. Sayangnya, aku sadar bahwa waktu tak bisa kubeli dengan
uang. Dan bukankah kau bisa lihat dengan jelas bahwa sekarang mimpi itu makin
hari makin menjauh? Namun, di bagian akhir dari perjuangan semu ini aku ingin
sekali kau mengiyakan permintaanku. Cukup kata ’ya’ untuk membuatku bahagia. Agar
pertanyaan kehidupan mampu kujawab. Bolehkah aku memimpikannya lagi?
Andai seorang
penulis kehilangan pena
Dunia
terhenti dalam tanya
Selasa, 13 Maret 2012
Hari ini Allah,
Hari ini Allah, aku mempertanyakan keadilanMu. Rasanya, menurut pikirku aku sudah berusaha cukup keras di jalanMu. Malam-malam tanpa tidur itu, rasanya sudah cukup membuktikan keseriusanku dalam jalan ini. Tapi, ternyata tampaknya belum cukup semua itu di hadapMu
.
.
Malam ini Allah, aku mempertanyakan keadilanMu. Rasanya sudah cukup panjang malam-malamku yang kuhabiskan untuk bermuhasabah kepadaMu. Lantas ternyata, kurasa cintaMu lebih besar kepada mereka yang lain.
Hari ini Ya Allah, aku menjadi hambaMu yang hina dina.
Senin, 12 Maret 2012
Cukup Hari Ini
Hari
ini Allah, aku mempertanyakan keadilanmu. Rasanya, menurut pikirku aku sudah
berusaha cukup keras di jalanmu. Malam-malam tanpa tidur itu, rasanya sudah
cukup membuktikankeseriusanku dalam jalan ini. Tapi, ternyata tampaknya belum
cukup semua itu di hadapmu.
Malam
ini Allah, aku mempertanyakan keadilanmu. Rasanya sudah cukup panjang
malam-malamku yang kuhabiskan untuk bermuhasabah kepadamu. Lantas ternyata,
kurasa cintaMu lebih besar kepada mereka yang lain.
Hari
ini Ya Allah, aku menjadi hambaMu yang
hina dina.
Sabtu, 31 Desember 2011
Hiratahirata
Desember berakhir, lalu apa? Bukankah yang akan datang hanyalah hari-hari sama yang tak terelakkan? Aku heran bagaimana banyak orang membuat hal-hal tak penting menjadi terlihat sebegitu pentingnya. 2011 dan 2012 hanya menjalankan perannya masing-masing. Hanya sebatas itu. Lantas kenapa terlalu banyak yang menggembirakan peran mereka? Sementara peran kita masing-masing belum dijalani dengan benar.
Ada yang pergi dan kembali, ada pertemuan dan perpisahan. Mereka selalu ada, tak terelakkan.
Kenapa tak kita ambil saja hikmahnya? Ada kelahiran kita, maka nanti akan datang masa saat meninggalkan ini semua. Kalau Desember bertugas mengakhiri 2011 ini, putuskan apa yang akan kau pinta sebagai pengakhir tugasmu di sini. Kecintaan akanNya kah, atau hanya sebuah kepastian bahwa sudah waktunya kau pergi.
hiratahirata
ada yang bertanya kau itu apa
ada yang ingin tau kenapa kau ada
Aku heran kenapa mereka bertanya
Jika hukumNya, kau tercipta
Rabu, 27 Juli 2011
Kelahiran Cutwut
Hari ini, alra ingin bercerita bagaimana dulu susahnya melahirkan cutwut.
Sehari semalem cuy, gile ye? Ngelahirin bayi aja palingan cuma 3 jam. haha
Yah, tapi tak apa. Karna cutwut tumbuh menjadi anak yang shaleh. XD
Naaah bagaimana kelahiran cutwut imut ini? Begini ceritanya,
Setelah bertemu dengan orang tua cutwut di g*iant, alra segera meminta mereka memberi bibit cutwut.
Nah, karena bibitnya berat -berat dosa- maka alra minta sama mas-mas yang jaga di sana buat nganterin si bibit ke kosan. Yup! Nanti sore nyampe kata beliau. Ya sudah, alra pulang dengan hati berbunga tak sabar ingin berjumpa dengan cutwut. Tapi sampai pukul 8 malam, yang dinanti tak kunjung datang. Alra binguuuuuung. Kemudian ada telpon dari nomor tak dikenal.
Jreng jreng jreeeeeng, si mas ga tau jalan ternyata. Huaaaaa
Yah, pada pukul 9 malam barulah si bibit nyampe kosan dengan selamat tapi kelelahan.
Sehari semalem cuy, gile ye? Ngelahirin bayi aja palingan cuma 3 jam. haha
Yah, tapi tak apa. Karna cutwut tumbuh menjadi anak yang shaleh. XD
Naaah bagaimana kelahiran cutwut imut ini? Begini ceritanya,
Setelah bertemu dengan orang tua cutwut di g*iant, alra segera meminta mereka memberi bibit cutwut.
Nah, karena bibitnya berat -berat dosa- maka alra minta sama mas-mas yang jaga di sana buat nganterin si bibit ke kosan. Yup! Nanti sore nyampe kata beliau. Ya sudah, alra pulang dengan hati berbunga tak sabar ingin berjumpa dengan cutwut. Tapi sampai pukul 8 malam, yang dinanti tak kunjung datang. Alra binguuuuuung. Kemudian ada telpon dari nomor tak dikenal.
Jreng jreng jreeeeeng, si mas ga tau jalan ternyata. Huaaaaa
Yah, pada pukul 9 malam barulah si bibit nyampe kosan dengan selamat tapi kelelahan.
Bukan, ini bukan si bibit. Dia ga sebuluk ini.
Yah, kira-kira seperti inilah penampakan si bibit. Berupa lembaran-lembaran kayu yang belum dirakit.
Kemudian, berbekal seperangkat alat shalat obeng dan palu alra merakit si bibit agar segera berjumpa dengan cutwut.
Si obeng yang dibeli dengan harga 20.000
Setelah berjuang mati-matian, akhirnya taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Cutwut lahir tak kurang suatu apapun. XD
Banyak yang bertanya-tanya, kenapa ga minta mas-masnya ngerakitin? Jawabannya cuma satu saudara-saudara.
Bermula saat telponan dengan ayah,
alra : "Ohya, ntar tinggal minta sama masnya buat ngerakitin kan Yah?"
Ayah: "Ichin ga bisa? Ah, masak anak TEKNIK ga bisa ngerakit lemari? Gimana bikin rumahnya ntar?
alra : "Terdiam terpaku"
Penghuni Baru
Iseng-iseng liat kalender di Hp, ih waw ternyata udah hampir 1 bulan liburan, \(^,^)/.
Pada gimana liburannya? Seru kan ya? Nah, Alra pengen bagi-bagi cerita nih apa aja yang dah dilakuin selama liburan. Udah makan, minum, mandi, jalan-jalan dan liat sekeliling kamar ternyata banyak penghuni baruuuu.
XD
Hayuuu hayuuu kenalan
1. Cutwut
nah dia ini penghuni paling dibutuhkan. ^^
Bermula karena akhir Juni lalu alra pindahan dari asrama ke kosan. Maka kehadiran cutwut sungguh-sungguh sangat diperhitungkan karena ternyata kosan baru ini ga ada lemarinya. ><
Jadilah akhirnya, alra putar-putar di G*ant nyari lemari kecil dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sama si cutwut ini XD.
2. Para Sujin
yang ini switswan
hearty
laskar unyu ^^
chikchik
ini dibuat dari koran loooo
masih belum rapi
:D
ini diaa origamihee
XD
Yang dibawah ini para pasukan nilva
tempat penyimpanan aksesoris, para perempuan suka pake pin yang lucu-lucu kan? nah, karena itu alra ngebikin storage nan imut ini :D
Setelah pin yang diinginkan diambil, tinggal tutup deh.
Hemat tempat dan rapi kan? huhu
Yang merah itu, tempat penyimpanan buku atau DVD sementara yang hijau, versi kecilnya.
Biasanya alra nyimpen memo disana, biar kamar rapi.
:D
Klau cutwut hadir dengan memakan banyak tempat, maka para sujin ini hadir dengan memberikan warna.
Menemani alra kalau insomnia di malam hari, atau ga ada kegiatan di siang harinya.
Sungguh bermain-main dengan mereka adalah anugrah terindah dari Yang Kuasa. XD
Sujin, hari ini alra akan membuatkan teman baru buat kalian. \(^^)/
FYI yaaa, itu semua alra yang bikin looooo. Mau dibikinin juga?
Langganan:
Postingan (Atom)














